Sewol, Tragedi Penuh Misteri

by - May 26, 2019


Tragedi tenggelamnya kapal Sewol yang terjadi pada tanggal 16 April 2014 merupakan sebuah tragedi yang menggemparkan Korea Selatan.  

Kapal ferry ini berlayar dari Incheon menuju pulau Jeju dan mengangkut 476 orang penumpang, dimana sekitar 400 orangnya adalah murid SMA Danwon yang hendak menjalani karyawisata. Dengan total 476 orang penumpang, 299 orang ditemukan meninggal, dan 5 orang lainnya belum ditemukan. Perahu ini miring ke arah kiri dan menyebabkan perahu tenggelam. Naasnya, kapten dan staf kapal yang lain menyelamatkan diri dari kapal sebelum penumpang lain di dalamnya diselamatkan.
Terdapat banyak hal yang ganjil dalam tragedi ini, yang pertama ketika perahu sedang di detik-detik akan tenggelam, penumpang yang ada di dalamnya banyak yang tidak berusaha untuk mengeluarkan diri. Hal ini dikarenakan adanya seruan dari staf kapal yang berkata ‘Jangan bergerak, diam di tempat’ yang membuat penumpang di dalamnya menuruti perintah tersebut. Padahal, apabila staf kapal menyuruh para penumpang untuk bergerak dan loncat ke arah laut, mungkin akan banyak penumpang yang diselamatkan. Yang kedua, terdapat laporan palsu dari radio polisi yang mengatakan bahwa murid-murid yang terjebak sudah diselamatkan. Tim penyelamat Korea mengatakan bahwa untuk menyelamatkan penumpang yang terjebak akan diterjunkan helikopter, namun sampai 3 hari setelah peristiwa berlangsung helikopter yang dijanjikan tidak juga muncul. Reporter berita pun banyak yang diusir dari lokasi. Bahkan, tim penyelam diturunkan mereka mengaku tidak bisa menyelam karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan, namun menurut pengakuan penyelam lokal cuaca hari itu baik dan masih aman untuk menyelam. Media Korea memberitakan bahwa sedang dilakukan penyelamatan besar-besaran pada saat itu, namun pada faktanya di lokasi tidak ada tanda-tanda sedang dilakukan penyelamatan. Entah mengapa, Presiden Korea saat itu yaitu Park Geunhye, seolah-olah tidak melakukan apa-apa untuk menyelamatkan penumpang yang terjebak.
Meskipun sudah 5 tahun berlalu, tragedi ini masih dianalisis oleh para ahli karena belum ditemukan titik terang. Namun, terdapat sebuah penemuan yang akhir-akhir ini baru dipublikasikan yaitu bahwa perahu Sewol tidak berbelok dengan mulus seperti data atau apa yang dikatakan oleh pemerintah. Hal ini ditunjukkan oleh radar milik angkatan laut dan kesaksian dari nahkoda kapal lain yang kebetulan ada di lokasi. Penemuan ini menimbulkan kecurigaan dari berbagai pihak, apakah pemerintah berusaha menutupi kebenaran tragedi ini?

You May Also Like

0 comments