Sewol, Tragedi Penuh Misteri
Tragedi tenggelamnya kapal Sewol yang
terjadi pada tanggal 16 April 2014 merupakan sebuah tragedi yang menggemparkan
Korea Selatan.
Kapal ferry ini berlayar dari Incheon
menuju pulau Jeju dan mengangkut 476 orang penumpang, dimana sekitar 400
orangnya adalah murid SMA Danwon yang hendak menjalani karyawisata. Dengan
total 476 orang penumpang, 299 orang ditemukan meninggal, dan 5 orang lainnya
belum ditemukan. Perahu ini miring ke arah kiri dan menyebabkan perahu tenggelam.
Naasnya, kapten dan staf kapal yang lain menyelamatkan diri dari kapal sebelum
penumpang lain di dalamnya diselamatkan.
Terdapat banyak hal yang ganjil dalam
tragedi ini, yang pertama ketika perahu sedang di detik-detik akan tenggelam,
penumpang yang ada di dalamnya banyak yang tidak berusaha untuk mengeluarkan
diri. Hal ini dikarenakan adanya seruan dari staf kapal yang berkata ‘Jangan
bergerak, diam di tempat’ yang membuat penumpang di dalamnya menuruti perintah
tersebut. Padahal, apabila staf kapal menyuruh para penumpang untuk bergerak
dan loncat ke arah laut, mungkin akan banyak penumpang yang diselamatkan. Yang
kedua, terdapat laporan palsu dari radio polisi yang mengatakan bahwa
murid-murid yang terjebak sudah diselamatkan. Tim penyelamat Korea mengatakan
bahwa untuk menyelamatkan penumpang yang terjebak akan diterjunkan helikopter,
namun sampai 3 hari setelah peristiwa berlangsung helikopter yang dijanjikan
tidak juga muncul. Reporter berita pun banyak yang diusir dari lokasi. Bahkan,
tim penyelam diturunkan mereka mengaku tidak bisa menyelam karena kondisi cuaca
yang tidak memungkinkan, namun menurut pengakuan penyelam lokal cuaca hari itu
baik dan masih aman untuk menyelam. Media Korea memberitakan bahwa sedang
dilakukan penyelamatan besar-besaran pada saat itu, namun pada faktanya di
lokasi tidak ada tanda-tanda sedang dilakukan penyelamatan. Entah mengapa,
Presiden Korea saat itu yaitu Park Geunhye, seolah-olah tidak melakukan apa-apa
untuk menyelamatkan penumpang yang terjebak.
Meskipun sudah 5 tahun berlalu, tragedi
ini masih dianalisis oleh para ahli karena belum ditemukan titik terang. Namun,
terdapat sebuah penemuan yang akhir-akhir ini baru dipublikasikan yaitu bahwa
perahu Sewol tidak berbelok dengan mulus seperti data atau apa yang dikatakan
oleh pemerintah. Hal ini ditunjukkan oleh radar milik angkatan laut dan
kesaksian dari nahkoda kapal lain yang kebetulan ada di lokasi. Penemuan ini
menimbulkan kecurigaan dari berbagai pihak, apakah pemerintah berusaha menutupi
kebenaran tragedi ini?

0 comments